Monday, October 12, 2015
Mandriva Distro Linux yang Populer Telah Berakhir
Kabar sedih kami dapatkan tentang Mandriva, sebuah distro linux yang pernah merebut perhatian begitu banyak orang untuk mencoba atau menjalankan Linux dengan berbagai fitur yang memudahkan, seperti Mandriva Control Center. Sayangnya Mandriva telah gagal bertahan menghadapi kompetisi berat dari berbagai distro yang lebih berhasil seperti RedHat dan Ubuntu.
Mandriva, merupakan perusahaan teknologi dari Perancis ini telah dilikuidasi per tanggal 20 Mei 2015 yang berarti perusahaan ini sudah tamat riwayatnya. (link referensi: http://www.societe.com/societe/mandriva-421223157.html ). Padahal mereka sempat menorehkan sejarah kejayaaan, seperti kesepakatan penggunaan Mandriva oleh sekolah-sekolah Nigeria dengan total 17.000 murid, lalu di Malaysia pun distro ini cukup sukses.
Pertama kali dirilis, distro Linux ini dikembangkan di atas basis Redhat Linux (versi 5.1) dan KDE (versi 1.0) pada 23 Juli 1998, terakhir kali mereka merilis versi Mandriva Linux 2010 Spring.
Berikut ini kutipan tentang Mandriva dari wikipedia bagi Anda yang belum mengenal distro ini.
“Awalnya, distro Mandriva memiliki nama Linux Mandrake, lalu versi 8.1 sampai 9.2 dinamai Mandrake Linux
Pada bulan Februari 2004, Mandrakesoft kalah dalam suatu kasus di pengadilan terhadap Hearst Corporation, pemilik King Features Syndicate. Hearst menuduh MandrakeSoft melanggar hak cipta karakter King Features bernama ‘Mandrake the Magician’. Sebagai tindakan pencegahan, Mandrakesoft mengganti nama produknya dengan menghilangkan spasi antara merek dan nama produk serta mengubah huruf pertama dari nama produk menjadi huruf kecil, sehingga menjadi satu kata. Mulai dari versi 10.0, Mandrake Linux dikenal sebagai Mandrakelinux, demikian pula logonya.
Pada bulan April 2005 Mandrakesoft mengakuisisi Conectiva, sebuah perusahaan Brasil yang menghasilkan distribusi linux berbahasa Portugis (Brasil) dan Spanyol di Amerika Latin. Akibat akuisisi ini dan sengketa hukum dengan Hearst Corporation, Mandrakesoft mengumumkan nama perusahaan menjadi Mandriva, dan bahwa Mandriva Linux akan menjadi nama baru bagi produk-produknya”
Sunday, October 11, 2015
Cara Restore / Mengembalikan Grub di Linux Mint Setelah Install Windows 7
Saya akhir2 ini melakukan install ulang leptop, waktu itu saya coba install linux mint ternyata semua partisi saya terhapus, akhir bisa kembali lagi, tetapi windows saya jadi corup terpaksa harus intall ulang padahal saya sudah bisa mengembalikan data dan install linux mint. dan saya ingin linux mint saya kembali, harus mencoba cara dibawah ini..
Linux Mint
Yang harus di persiapkan adalah installer Linux Mint entah itu dalam bentuk CD,DVD,USB Flashdisk, dll. Saya sendiri menggunakan USB flashdisk dan untuk tutorial pembuatan installer silahkan googling sendiri-sendiri. Kalau installer sudah siap, silahkan langsung ikuti panduan berikut :
1. Booting ke linux mint menggunakan CD atau usb flashdisk yang sudah anda siapkan.
2. Masuk ke aplikasi bernama GParted, fungsinya untuk melihat partisi yang ada dalam harddisk anda. Dan temukan di partisi mana anda menginstall linux. Sebagai contoh, dalam harddisk laptop saya menginstall linux di SDA5
Cek Partisi Melalui GParted
Anda juga bisa mengecek partisi menggunakan command berikut di terminal :
sudo fdisk -l
Hasilnya sbb :
Cek Partisi via Terminal
Dari gambar diatas, terlihat bawa partisi sda1,sda2, dan sda3 digunakan untuk windows. Sedangkan linux berada di SDA5, dan SDA6 (swap).
3. Ingat baik-baik dimana partisi linux beradam dan eksekusi command berikut :
sudo mount /dev/sda5 /mnt
Command ini berfungsi untuk melakukkan mounting pada partisi linux. Angka 5 yang bertanda merah, silahkan diganti dengan lokasi partisi linux anda sendiri.
4. Instalasi Grub
sudo grub-install -root-directory=/mnt/ /dev/sda
5. Tunggu sampai anda mendapatkan notif Installation finished, no error reported
6. Setelah selesai, silahkan reboot dan anda akan masuk ke grub untuk pilihan booting ke Linux atau Windows
Cara ini bukan bisa di linux mint saja, tapi juga bisa pada versi-versi lainnya..
Friday, October 2, 2015
Pengenalan Android Studio
Android studio merupakan sebuah Integrated Development Environment (IDE) untuk platform Android. Android Studio ini diumumkan pada tanggal 16 Mei 2013 pada Konferensi Google I/O oleh Produk Manajer Google, Ellie Powers. Android studio bersifat free dibawah Apache License 2.0. Android Studio awalnya dimulai dengan versi 0.1 pada bulan mei 2013, Kemudian dibuat versi beta 0.8 yang dirilis pada bulan juni 2014. Yang paling stabil dirilis pada bulan Desember 2014, dimulai dari versi 1.0. Berbasiskan JetBrainns’ IntelliJ IDEA, Studio di desain khusus untuk Android Development. Ini sudah bisa di download untuk Windows, Mac OS X, dan Linux.
A.
Keunggulan
Berikut ini beberapa keunggulan yang terdapat pada Android Studio :
Berikut ini beberapa keunggulan yang terdapat pada Android Studio :
- Layout : WYSIWYG Editor – Live Coding – Real time App Rendering
- Developer Console : optimization tips, assistance for translation, referral tracking, campaigning and promotions – Usage Metrics.
- Provision for beta releases and staged rollout.
- Gradle-based build support.
- Android – specific refactoring and quick fixes
- Lint tools to catch performance, usability, version compatibility and other problems.
- ProGuard and app-signing capabilities.
- Template-based wizards to create common Android designs and components.
- A rich layout editor that allows user to drag-and-drop UI components, option to preview layouts on multiple screen configurations.
- Support for building Android Wear apps.
- Built-in support for Google Cloud Platform, enabling integration with Google Cloud Messaging and App Engine.
B. Persyaratan Sistem
Berikut ini beberapa persyaratan system untuk menggunakan Android Studio :
C. Perbandingan Android Studio vs. Eclipse ADT
Berikut ini perbandingan Android Studio vs. Eclipse ADT
Berikut ini beberapa persyaratan system untuk menggunakan Android Studio :
1.
Windows
·
Microsoft Windows 8/7/Vista/2003 (32 atau 64 bit)
·
RAM minimum 2 GB, Rekomendasi 4 GB RAM
·
Disk kosong 500 MB
·
Sedikitnya 16 GB untuk Android SDK, Emulator system images,
and caches.
·
Java Development Kit (JDK) 7 atau yang lebih tinggi
·
Resolusi minimum 1280 x 800
2.
OS X
· Mac OS X 10.8.5 atau yang lebih tingggi, up to 10.10 to up 10.10.1
up 10.10.2 (Yosemite)
· RAM minimum 2 GB, Rekomendasi RAM 4 GB
· Disk kosong 500 MB
· Sedikitnya 16 GB untuk Android SDK, emulator system images, dan
caches
· Java Development Kit (JDK) 7 atau yang lebih tinggi
· Resolusi minimum 1280x 800
3.
GNU/Linux
·
GNOME atau KDE atau Unity Desktop pada Ubuntu atau Fedora
·
Minimum RAM 2 GB, Rekomendasi RAM 4 GB
·
Disk kosong 500 MB
·
Sedikitnya 16 GB untuk Android SDK, emulator system images, dan
caches
·
Java Development Kit (JDK) 7 atau yang lebih tinggi.
·
Resolusi minimum 1280 x 800
Berikut ini perbandingan Android Studio vs. Eclipse ADT
|
Features
|
Android Studio
|
ADT
|
|
Build system
|
Gradle
|
ANT
|
|
Maven – based build dependencies
|
YES
|
NO
|
|
Build variants and multiple APK
generation
|
YES
|
NO
|
|
Advanced Android code completion
and refactoring
|
YES
|
NO
|
|
Graphical layout editor
|
YES
|
NO
|
|
APK Signing and keystore
management
|
YES
|
NO
|
|
NDK Support
|
NO
|
YES
|
Wednesday, August 12, 2015
Install Adobe Flash Player di Linux Mint
Sekarang, bagaimana cara Install Adobe Flash Player pada linux mint.
1. buka terminal
2. tuliskan perintah dibawah pada terminal
sudo apt-get update
sudo apt-get install flashplugin-installer
Cara Install Chrome di Linux Mint
Bagaimana sich cara install Chrome di Linux mint, sebenarnya linux mint sudah memberikan browser mozilla Fifox, tetapi klu ingin nambah browser lgi seperti Chrome akan lebih bagus, baiklah langkahnya adalah
Menambahkan Google Chrome PPA
Pertama manambahkan ruang untuk google chrome pada sistem dan kami menggunakan perintah berikut. PPA digunakan untuk menerima update terbaru setiap kali memeriksa pembaharuan sistem.
$ wget -q -O - https://dl-ssl.google.com/linux/linux_signing_key.pub | sudo apt-key add - $ sudo sh -c 'echo "deb http://dl.google.com/linux/chrome/deb/ stable main" >> /etc/apt/sources.list.d/google.list'
Install atau Update Google Chrome
Setelah menambahkan ruang untuk google chrome pada sistem lakukan proses penginstalan google chrome terbaru. jika anda sudah menginstal versi lama, itu akan meng-upgrade versi terbaru yang lebih stabil.
$ sudo apt-get update $ sudo apt-get install google-chrome-stable
Memulai Google Chrome
Proses intalasi berhasil, anda dapat membuka google chrome dan dapat mempergunakannya
referensi : http://tecadmin.net/install-google-chrome-in-ubuntu/
Monday, August 10, 2015
Mengatasi Partisi Tidak Terdeteksi saat Install Linux Mint
pusing dari kemaren gara2 nyoba intalls linux mint harddisk ter format ga bisa di install untuk ada OM GOOGLE bisa dicari.. dari kemaren masalahnya harddisk ke baca tapi partisi ga kebaca dicari digoogle untuk ada yang posting.. lupo sreenshot terpaksa deh copy punya blog sebelah... maaf ya gannn...
Cara ini berhasil di Linuxmint17 dan sudah saya praktikan.
Problem yang saya alami yaitu seperti judul di atas dan seperti ini gambarnya :
kalau udah muncul kayak gambar diatas berarti udah bisa intall linux mint nya... pengalaman yang berharga banget..
referensi : http://cahunix.blogspot.com/2014/10/cara-mengatasi-partisi-tidak-terdeteksi.html#sthash.tuSJtfpF.dpuf
Cara ini berhasil di Linuxmint17 dan sudah saya praktikan.
Problem yang saya alami yaitu seperti judul di atas dan seperti ini gambarnya :
Gambar di atas menunjukan bahwa partisi yang saya buat di windows tidak terbaca di linux, nah kalo tidak terdeteksi di linux kan kita tidak bisa dualboot windows dan linux karena itu yang terlihat hanya total partisi laptopnya.
Cara fix problem diatas adalah dengan cara :
- Buka Terminal (ctrl+alt+t)
- Ketik perintah sudo fixparts /dev/sda
- Lalu tekan enter
Maka akan muncul command seperti dibawah ini :
Nah setelah kamu ketik command td akan muncul Notice. Notice tersebut menyampaikan bawa hardisk saya masih menyimpan sisa-sisa GPT disk di MBR disk. Setelah itu kamu ketik "Y" saja maka akan muncul seperti ini :
Setelah itu ketikan tanda "?" dan akan muncul seperti di bawah ini :
Langkah selanjutnya adalah ketik huruf "p" (print the MBR partition table) lalu mucul seperti ini :
Selanjutnya ketikan huruf "q" (quit without saving changes).
Kemudian lakukan install ulang dari awal, disitu anda bisa melihat bahwa partisi yang anda buat sudah terbaca seperti gambar di bawah ini :)
kalau udah muncul kayak gambar diatas berarti udah bisa intall linux mint nya... pengalaman yang berharga banget..
referensi : http://cahunix.blogspot.com/2014/10/cara-mengatasi-partisi-tidak-terdeteksi.html#sthash.tuSJtfpF.dpuf
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)






